Kisah Nabi Sulaiman dengan Borobudur dan Istana Ratu Boko

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti bernama KH Fahmi Basya diperoleh kesimpulan yang mengejutkan karena Candi Borobudur yang berada di Magelang, Jawa Tengah adalah sebuah peninggalan dari Nabi Sulaiman. Tentu banyak yang tidak percaya karena sejak dahulu candi Borobudur sudah di klaim merupakan candi Budha.

Tak hanya candi Borobudur, di Candi Boko pun masih berhubungan dengan sejarah nabi Sulaiman ini. Dalam kisahnya, Nabi Sulaiman menyuruh ratu Saba’ agar beriman kepada Allah SWT. dan Ratu Saba’ pun beriman bersama Nabi Sulaiman Alaihissalam. menurut penelitian ini juga Ratu Boko diduga adalah ratu Saba’. Juga banyak sekali relief-relief candi Borobudur yang sangat mirip dengan kisah-kisah dalam Al Quran. Juga dalam penamaan kabupaten Sleman di Propinsi D. I. Yogyakarta memang dahulunya bukan kabupaten Sleman, tetapi dahulunya bernama daerah Sulaiman, seperti yang dilansir wikipedia. Hasil penelitian ini dituangkan ke dalam sebuah buku yang berjudul Borobudur & Peninggalan nabi Sulaiman. Penelitian dan buku tersebut membuktikan kisah nabi Sulaiman di Tanah jawa memang benar adanya.

candi boko

Terlepas dari penelitian tersebut, candi Borobudur dan juga Istana ratu Boko memang sangat benar jika disebut tempat-tempat yang menakjubkan, melihat arsitektur masa lalu yang sangat kokoh hingga tidak terbayang bagaimana cara membuatnya di zaman yang jauh dari modern seperti sekarang. Ingin membuktikan kebenaran penelitian tersebut, silakan baca tulisan ini dan kunjungi candi Borobudur dan Istana ratu Boko untuk memastikannya.

Sekali lagi, ini hanyalah sebuah penelitian oleh KH Fahmi Basya. Anda boleh percaya ataupun tidak percaya. Untuk menelusuri penelitian KH Fahmi Basya anda boleh membaca buku yang beliau tulis yang berjudul Borobudur dan peninggalan Nabi Sulaiman.


Join penulis di Google+, Join Sofyan di Google+

Kata Kunci :

borobudur dan nabi sulaiman, Nabi sulaiman, makam nabi sulaiman, nabi sulaiman dan borobudur, kisah nabi sulaiman, candi borobudur peninggalan nabi sulaiman, istana nabi sulaiman, candi borobudur nabi sulaiman, kerajaan nabi sulaiman, borobudur sulaiman, borobudur peninggalan nabi sulaiman, sejarah nabi sulaiman, borobudur kerajaan nabi sulaiman, borobudur dan peninggalan nabi sulaiman, borobudur nabi sulaiman, candi borobudur dan nabi sulaiman, borobudur dan sulaiman, sejarah borobudur dan nabi sulaiman, kerajaan sulaiman, peninggalan nabi sulaiman, sejarah ratu boko, istana sulaiman, sulaiman dan borobudur, Istana ratu boko, kerajaan nabi sulaiman di jawa, nabi sulaeman, sejarah candi borobudur dan nabi sulaiman, ratu boko dan nabi sulaiman, sulaiman borobudur, sejarah nabi sulaiman dan candi borobudur,

25 comments

  1. memang benar, jika peninggalan hindu atau budha kenapa di area candi bnyak dtemukan makam.

  2. Di Sejarah, Ratu Boko tuh laki-laki loh, bukan perempuan. Ratu boko itu ayahnya Roro Jonggrang. Di Jawa kan Ratu itu sebutan buat Raja, baik itu laki-laki maupun perempuan. Ratu itu kata lainnya Prabu.

    • roro jonggrang pun hanya cerita rakyat, dongeng belaka, bahkan dalam sejarah agama budha pun tidak pernah ada roro jonggrang, jadi ga bisa dipastikan ratu boko itu ratu (perempuan) ataukah ratu (raja dalam bahasa jawa)

  3. memang benar toh sudah banyak faktanya.

  4. saya masih ragu, mana mungkin nabi sulaiman orang jawa.sedangkan para nabi rata rata dari tmur tengah.

  5. Hahahahahaha ada ada aja….. nyari duit kok sebegitunya….Entar kalo mesin waktuku udah selesai..aku cek dah kontraktor mana yang menggarapnya..

  6. aya aya wae! urusin aja biaya nikah. katanya cuma rp 30.000,.

  7. aya aya wae! urusin aja biaya nikah. katanya cuma rp 30.000,.

  8. masuk akal.., karena peradaban mana yg sanggup membangun kekokohan candi borobudur..hanya jin yg mampu membangunya..bandingkan batu yg ada di candi borobudur dgn beton terbaik yg ada saat ini..

  9. masuk akal.., karena peradaban mana yg sanggup membangun kekokohan candi borobudur..hanya jin yg mampu membangunya..bandingkan batu yg ada di candi borobudur dgn beton terbaik yg ada saat ini..

  10. smuanye udeh kebukti klo patung"itu ngisahin tntang nabi sulaiman ame borobudur..inget saba'cume ade di jawa ng mungkin klo saba'ade d arab soalnye saba'isinye hutan"doang kaye yg d sebut d alquran.

    • secara geografis negeri yg dulunya shaba sekarang ialah yaman n oman. Dulu negeri yaman memang makmur. Jelas2 d candi borobudur penuh dgn arca2 budha . . Jgn hanya menerima dari satu sisi, tapi d teliti dan cari tahu dari sumber2 yg lain agar tidak menjadi seperti katak dalam tempurung.

  11. Iwan Permana Naufal

    Peneliti jahil dan merendahkan kedudukan Nabi SUlaiman yang dakwahnya adalah tauhid… saba itu di negeri yaman.. alangkah dustanya penelitian ini.. sekali lagi peneliti ini mencela Nabi Sulaiman sbg penyembah berhala hindu… Jahil murokkab

    • tokoh Nabi Sulaiman selalu di identikan dengan orang-orang sakti zaman dulu, setiap negara punya peradaban masing-masing, logikanya Borobudur warisan agama Budha lha wong Nabi Sulaiman Islam gak masuk akal bikin patung, semua warisan budaya Indonesia itu dari leluhur yang tinggi perdabannya raja-raja jawa sakti mandraguna seharusnya kita bersyukur atas warisan budaya dan tidak mengaitkannya dengan Nabi Sulaiman…

  12. wika ama Adhi karya, bos..hahaha

  13. Budy M. Nainggolan

    BEBERAPA KEBERATAN.
    Tentang Nabi Sulaiman adalah keturunan Jawa karena ia satu-satunya nabi yang menggunakan nama SU pantas diajukan keberatan. Bolehlah saya katakan itu kebetulan saja. Kita harus melacak apakah orang-orang Jawa sudah lazim menggunakan nama SU sejak zaman kuno, sezaman dengan Borobudur. Mengingat Sulaiman adalah Raja maka kita harus menampilkan nama-nama Raja Jawa (atau bangsawan atau orang terkenal) yang dikenal dalam sejarah. Referensi untuk hal ini sangatlah banyak, saya menyebutkan sekedar contoh nama-nama raja tersebut (Era Mataram Hindu sampai Majapahit) : Aji Saka, Shima, Indrawarman, Sanjaya, Panangkaran, Syailendra, Panunggalan, Warak, Garung, Pikatan, Kayuwangi, Watuhumalang, Dyah Wawa, Tulodong, Daksa, Balitung, Mpu Sindok, Airlangga, Dharmawangsa Teguh, Jayabhaya, Tunggul Ametung, Arok, Dedes, Ndok, Lohgawe, Gandring, Prapanca, Anusapati, Tohjaya, Kebo Ijo, Ranggawuni, Wijaya, Nambi, Kebo Anabrang, Gajah Mada, Hayam Wuruk, Tribuana Tunggadewi, Suhita dan seterusnya. Kita lihat bahwa pada Zaman kuno nama dengan awalan SU belum lazim digunakan oleh orang Jawa. Sebagai perkecualian mungkin nama Raja Majapahit Suhita, tetapi nama ini baru muncul pada abad 15, tujuh abad setelah Borobudur.
    Untuk memperluas cakupan, ada baiknya kita lihat nama-nama Jawa yang sering ditampilkan dalam naskah Jawa Kuno, seperti Kakawin atau Kidung, misalnya : Kakawin Arjunawiwaha, kita bisa sebut nama-nama seperti Niwatakawaca, Muka, Supraba, Arjuna, Matali, Menaka, Tilotama, Urvasi, Kanwa. Dalam Kakawin Hariwangsa : Jayabhaya, Bhoma, Kangsa, Kalayawana, Rukmini, Bismaka, Karawira, Kesari, Priyambada, Jarasandha, Rukma. Selanjutnya Kakawin Ghatotkacasrya menampilkan nama-nama, yaitu : Bhupala Jayakerta, Madaharsa, Ksiti Sendari, Abimanyu, Jurudyah, Sudarpana, Laksmana Mandrakumara, Bajradanta.
    Selanjutnya dalam Kakawin Smaradahana kita menemukan nama-nama seperti Panuluh, Manmatha, Dharmaja, Uma, Wrespati, Nilarudraka, Ratih, Gana, Kumara, Namusti, Ratnawati, Kameswara, Basadawa, Ratnawali, Kiranaratu dan Udayana. Kakawin Sumanasantaka, menampilkan nama Tarnawindu, Harini, Widharba, Indumati, Citrarata, Jayawaspa, Pratipa, Susena, Anggada, Pandya dan Awintinatha. Kakawin Siwaratrikalpa menampilkan Tanakung, Lubdhaka dan Citragupta.
    Dari sekedar contoh nama-nama tokoh Jawa diatas (baik yang historis maupun fiksi) dapat disimpulkan bahwa nama dengan awalan SU tidak menjadi pilihan utama di jaman kuno. Memang kita bisa sebutkan nama-nama yang memakai SU, seperti Sumbadra, Subali, Sugriwa, Sumantri, tetapi sudah selayaknya pembaca maklum itu adalah nama tokoh pewayangan (Mahabarata dan Ramayana) India, jadi bukan tipikal Jawa.
    Pertanyaannya, sejak kapan orang jawa ramai-ramai menggunakan nama SU? Tentu tidak ada kepastian. Tetapi bolehlah dibuat hipotesis bahwa nama dengan SU mulai populer sejak abad 18, tatkala raja Mataram Islam mulai menggunakan gelar SUSUHUNAN dan menanggalkan gelar Sultan. SU artinya mulia/baik/unggul, sedangkan SUHUNAN (SUNAN) adalah gelar bagi wali islam. Susuhunan berarti raja yang mengungguli para Sunan. Memang pada waktu itu pengaruh Sunan sangat kuat sehingga seorang raja sekalipun perlu menggunakan rekayasa linguistik berupa gelar-gelar yang serba unggul. Sejak periode itu (abad 19 dan 20) terjadi banjir nama orang Jawa dengan awalan SU, yang paling terkenal Sukarno (lebih baik/unggul dari satria Karno), Suharto (unggul dalam hal harta), Supriyono (unggul melebihi pria umumnya) dan seterusnya.
    Apa maknanya jika dikaitkan dengan pendapat KH Fahmi Basya terkait dengan Nabi Sulaiman sebagai orang Jawa? Dapatlah dipastikan bahwa beliau tidak memahami sejarah jawa kuno dan terjebak pada fenomena Jawa masa kini. Justru saya meyakini bahwa diabad 21 ini orang Jawa sudah sedikit yang memberikan nama anaknya dengan awalan SU. Nama bayi abad-21 sangat terpengaruh Arab dan Barat. Dengan demikian pendapat bahwa Sulaiman adalah orang Jawa harus ditolak.
    Keberatan lain terkait dengan penggunaan matematika islam untuk mengklaim Borobudur dan Istana Ratu Boko. Prinsip dalam Al-Qur’an jelas, yaitu mudah dipahami, jikapun ada ayat yang tidak jelas tentu dicari penjelasannya pada hadist Nabi, dalam hal ini tidak dilakukan sama sekali. Jikapun seandainya Alloh SWT hendak mewahyukan bahwa Borobudur itu dibangun oleh Nabi Sulaiman, apakah perlu dengan cara yang rumit, aneh dan berliku-liku seperti matematikanya KH Fahmi Basya? Tidak mungkin, itu bertentangan dengan prinsip pewahyuan.
    Hipotesis bahwa Saba ada di Jawa dan terkait dengan Wanasaba (Wonosobo) menurut saya terlalu gegabah. Coba perhatikan lagi ayat yang QS.34:15, terjemahannya menurut beliau adalah “Dan sungguh adalah untuk Saba pada tempat mereka ada ayat, dua hutan sebelah kanan dan kiri.” Kalau kita baca teks arabnya maka yang dimaksud hutan itu adalah “jannah”. Para ulama sepakat bahwa kata jannah dalam ayat ini tidak bisa diartikan sebagai hutan, tetapi kebun, diayat lainnya bahkan diartikan surga. Beda sekali pengertian antara hutan dan kebun. Kita lihat bahwa beliau melakukan penterjemahan sekedar untuk mendukung pendapatnya. Dengan demikian haruslah ditolak.
    Benarkah surat lempengan emas nabi Sulaiman pernah ditemukan di bekas kolam Istana Ratu Boko di Jawa Tengah? Lempengan emas itu memang ada, tetapi bukan berbahasa Ibrani, Aramaic atau Arab, tetapi Jawa Kuno, bunyinya “Om Rudra ya namah swaha,” jika diartikan memang sejajar dengan Bismillahirrahmanirrahiim. Apakah ini surat Sulaiman seperti maksud Al-Qur’an? Jelas tidak. Perhatikan ada kata-kata “RUDRA”, nama ini adalah istilah untuk Wisnu, dewa dalam trimurti. Apakah mungkin seorang nabi membuat kata pembuka surat yang jelas-jelas bertentangan dengan misi kenabian? Kesimpulannya, inskripsi emas itu adalah peninggalan hindu Jawa, dan tidak terkait dengan Nabi Sulaiman apalagi Al-Qur’an.
    BIARKAN BOROBUDUR MENCERITAKAN DIRINYA SENDIRI.

  14. Rizky Fariska Ismail

    broo kalo lu liat videonya dan membaca arti arti di ayat alquranyg menyangkut indonesia itu negri saba lu bakal percaya …

  15. Laa failaa illallah.artinya Tiada yg berbuat kecuali Allah.
    Kok bisa2nya…Bpk tsb punya fikiran tuk berbuat meneliti sebuah misteri…??? Pasti ada yg membuka jalan fikiranya.
    Laa khaulaa wa laa kuwwata illa billahil'aliyyil 'adhiim.
    Afwan…Nabi Ibrohim as menghancurkan Patung/berhala karena jd sesembahan…,akan tetpi keberadaan patung disana(menurut tafsirnya beliau)hanya sbg bahasa untukmenyampaikan cerita atau sejarah buat zaman kemudian atau masa yg akan datang.coba liat ayatnya yg disampaikan….cocok ga…???ngapain Nabi Sulaiman menyuruh Jin membuat patung2 dan bangunan yg tinggi2…?mbok ya biarkan saja biar apa pendptnya….biarkan waktu yg menjawabnya.syukron.

  16. Ramadhian Moestafa

    Iwan Permana Naufal SOTOY .. ente pengetahuan ttg Quran kan masih cetek ,, Pemaparan KH.Fahmi Basya itu cukup masuk akal dan beliau menggunakan referensi Qur'an ,, ada banyak kemiripan yg di kisahkan oleh Al-Quran dgn sisa peninggal Candi Ratu Boko tsb ,, coba ente cek sendiri ..

  17. Windy Krishtanti roro jonggrang bukan buddha bu,tapi cerita hindu.hhe

  18. itu di surat 34:13 ngapain nabi Sulaiman menyuruh membuat patung….?

  19. itu di surat 34:13 ngapain nabi Sulaiman menyuruh membuat patung….?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top