Nama “Provinsi” DIY Dihapuskan, Sultan Berkomentar

loading...

Wisata Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang berbeda dari provinsi lainnya. DIY memang sebuah daerah tingkat setara dengan provinsi. Sudah sejak lama penyebutan DIY mempergunakan kata ‘provinsi’ sehingga penyebutannya adalah ‘Provinsi DIY’ yang kalau dipanjangkan menjadi ‘Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta’. Sudah menggunakan kata ‘provinsi’ dan dtiambahi ‘daerah’ pula, tapi bukankah daerah adalah tingkat yang sama (setingkat) dengan provinsi.

Oleh karena itulah muncul keputusan kemendagri untuk menghapuskan kata ‘provinsi’ dalam penggunaannya pada ‘provinsi DIY. menanggapi hal tersebut, Sri Sultan Hamengkubuwono X pun berkomentar “Keputusan yang diambil Kemendagri untuk menghilangkan kata provinsi setelah bertemu dengan DPRD DIY itu bukan permintaan pribadi saya. Bunyinya dalam Undang-undang Keistimewan menyebutkan DIY adalah provinsi yang tergabung dalam NKRI dan setingkat provinsi sehingga tidak perlu menyebut provinsi DIY”.

Sri Sultan Hamengkubuwono X

Memang penghapusan nama ‘provinsi’ bukanlah permintaan pribadinya. Keputusan penghapusan kata provinsi tersebut tertuang dalam pasal 1 Undang-undang nomor 13 tahun 2012 yang menyebutkan bahwa DIY setingkat provinsi sehingga tidak perlu menyebut Provinsi DIY. DPRD DIY pun tinggal mengesahkan Perdais tersebut.

Ada satu hal yang membuat penghapusan nama provinsi tersebut menjadi suatu hal yang istimewa karena akan membedakan DIY dengan provinsi-provinsi lain ditanah air. Misalnya jika tetap menggunakan kata ‘provinsi’ maka apa bedanya DIY dengan provinsi lain seperti provinsi Jateng, Provinsi Sumbar, Provinsi Sumsel. Padahal DIY adalah daerah yang telah diberikan keistimewaan tersendiri dan itulah yang menjadi ciri khas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sri Sultan pun melanjutkan “Konsekuensi yang ada saat ini setelah tidak perlu memakai kata provinsi yaitu Perdais teknis harus segera diselesaikan. Nah, teman-teman di dewan mau terima tidak keputusan tersebut, kalau kami (Pemda DIY) tetap tidak menggunakan provinsi”. Kini semua ada ditangan dewan. Nah, bagaimana dengan anda? Sepakat dengan menggunakan kata provinsi ataukan tidak menggunakan?

loading...